BAB I
PENDAHULUAN
I.1. Latar Belakang
Setelah
beriman kepada Allah SWT maka beriman kepada Rasulullah SAW adalah sebagai
pondasi yang utama. Sebab, seluruh pondasi yang lainnya dibangun diatas
keimanan kepada Allah dan Nabi Muhammad SAW. Sehingga orang yang tidak beriman
kepada Rasulullah SAW dan hanya beriman kepada Allah SWT saja, itu tidaklah
cukup dan merupakan suatu hal yang batal (imannya tidak sah).
Banyak
sekali keteladanan yang dapat kita ambil dari perilaku Nabi Muhammad SAW, dan
salahsatunya yaitu keteladanan beliau ketika membina umat di Medinah. Banyak
sekali tantangan yang beliau hadapi, namun dengan ketekunannya beliau dapat
melaksanakan tugasnya dengan sangat baik.
I.2. Rumusan Masalah/ Identifikasi Masalah
- Bagaimana
perjalanan dakwah Rasulullah SAW di Medinah?
2.
Bagaimana profil Rasulullah SAW di
Medinah?
3.
Bagaimana substansi dan strategi
dakwah Rasulullah SAW di Medinah?
4.
Bagaimana cara meneladani sikap Rasulullah
ketika di Medinah?
I.3. Maksud dan Tujuan Penulisan
Maksud dari pembuatan karya tulis ini adalah untuk
memenuhi tugas Mata Pelajaran Pendidikan
Agama Islam pada materi pembahasan “Keteladanan Rasulullah SAW dalam membina
umat di Medinah”
Tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai
berikut :
1. Memberikan informasi mengenai sejarah
dakwah Rasulullah SAW di Medinah.
2. Memberikan informasi mengenai profil Rasulullah SAW di Medinah.
3. Memberikan
informasi mengenai substansi dan strategi dakwah
Rasulullah SAW.
4. Memberikan informasi mengenai cara meneladani
sikap Rasulullah ketika di Medinah
I.4. Metoda dan Teknik Penulisan
Dalam penyusunan makalah ini kami
menggunakan teknik yang dianggap dapat membantu dalam penulisan. Adapun teknik yang kami gunakan yaitu study pustaka. Dalam hal ini kami mengumpulkan informasi yang bisa kami jadikan bahan
materi dari buku, internet,
dll.
BAB II
PEMBAHASAN
A. SEJARAH HIJRAH RASULULLAH SAW
DARI MEKAH KE MADINAH
Peristiwa hijrah rasulullah merupakan salah satu bagian dari rentetan sejarah dakwah rasul saw. Sejak rasulullah diangkat menjadi Nabi dan rasul pada usia yang ke-40 tahun nabi melakukan dakwah islam ke berbagai kalangan. Halangan dan rintanganpun datang silih berganti, termasuk kesedihan dan kegembiraan yang silih berganti.
Sepeninggal istri dan pamannya ditahun ‘amul huzn, rasulullah merasa sangat sedih karena kehilangan orang yg sangat dicintainya dan merupakan orang penting dalam perjuangan beliau.
Peristiwa hijrah rasulullah merupakan salah satu bagian dari rentetan sejarah dakwah rasul saw. Sejak rasulullah diangkat menjadi Nabi dan rasul pada usia yang ke-40 tahun nabi melakukan dakwah islam ke berbagai kalangan. Halangan dan rintanganpun datang silih berganti, termasuk kesedihan dan kegembiraan yang silih berganti.
Sepeninggal istri dan pamannya ditahun ‘amul huzn, rasulullah merasa sangat sedih karena kehilangan orang yg sangat dicintainya dan merupakan orang penting dalam perjuangan beliau.
Pucuk pimpinan bani hasym dipegang oleh
abu lahab, perubahan ini membuat pengaruh yg sangat besar terhadap kelangsungan
dakwah rasulullah saw. Karena kaum quraisy memanfaatkan keadaan ini dalam
rangka memusuhi Nabi Saw, karena sebelum dipegang oleh abu lahab kepemimpinan
Bani Hasym dipegang oleh Abu Thalib yang sangat membantu perjuangan Nabi Saw
sedangkan Abu Lahab sangat memusuhi Nabi Saw.
Nabi Saw selalu diganggu oleh kaum quraisy, bahkan selalu diteror, dan selalu direncanakan atas pembunuhan Nabi Saw.Nabi Saw pun mencari perlindungan ke Thaif, akan tetapi di tolak oleh kaum thoif, dan Nabipun mendapat perlindungan dari Muth’im. Sehingga Nabi saw dapat melanjutkan dakwahnya ke suku lain seperti : Badui, Aus, Khazraj dan Madinah.
Saking banyaknya gangguan dan ancaman dari kafir Mekkah, maka nabipun berencana Hijrah ke Madinah dan pada suatu malam dengan di barengi Abu Bakar Nabi berangkat ke Medinah dengan terlebih dahulu tinggal di Gua Tsur. Dan para sahabatpun mengikutinya setelah beliau berangkat.
Nabi Saw selalu diganggu oleh kaum quraisy, bahkan selalu diteror, dan selalu direncanakan atas pembunuhan Nabi Saw.Nabi Saw pun mencari perlindungan ke Thaif, akan tetapi di tolak oleh kaum thoif, dan Nabipun mendapat perlindungan dari Muth’im. Sehingga Nabi saw dapat melanjutkan dakwahnya ke suku lain seperti : Badui, Aus, Khazraj dan Madinah.
Saking banyaknya gangguan dan ancaman dari kafir Mekkah, maka nabipun berencana Hijrah ke Madinah dan pada suatu malam dengan di barengi Abu Bakar Nabi berangkat ke Medinah dengan terlebih dahulu tinggal di Gua Tsur. Dan para sahabatpun mengikutinya setelah beliau berangkat.
Setelah rasulullah tiba di madinah di
sambut para sahabat, baik dari golongan ansor yang merindukan seorang pemimpin
yang jujur dan adil, maupun dari golongan muhajirin yang terlebih dahulu hijrah
ke tempat itu atas izin rasulullah s.a.w sendiri.
Rasulullah s.a.w menata persatuan umat
islam dengan mempersaudarakan dan mempersatukan setiap orang dari
golongan muhajirin menjadi saudaranya setiap orang dari golongan ansor. Seperti
abu bakar sidiq dari kaum muhajirin di persaudarakan dengan khadijah bin zuhair
dari kaum ansor, ja’far bin abi talib di persaudarakan dengan mu’adz bin jabal,
umar bin khatab dengan itban bin malik al khazraj dan abdurrahman bin auf
dengan sa’ad bin ar-robbi.
Terjalinnya persatuan dan persauadaraan
yang kuat di kalangan muslimin, rasulullah s.a.w mengambil langkah-langkah
berikutnya, seperti penataan bidang pemerintahan dan perekonomian masyarakat.
Umat islam di anjurkan agar bekerja keras dan mencari nafkah. Kaum ansor
penduduk asli madinah peduli dan perhatian terhadap kaum muhajirin. Terlihat
ketika kaum ansor menyediakan keperluan hidup kaum muhajirin. Seperti :
1. tempat
tinggal / rumah untuk berteduh
2.
keperluan sandang & pangan sehari-hari
3.
lapangan pekerjaan untuk mencari nafkah
4.
mencarikan & meminjamkan modal usaha bagi para wiraswasta
5.
membagi tanah & ladang untuk keperluan membangun rumah / bercocok tanam
6.
memberikan pelatihan cara-cara bercocok tanam
7. membantu
menyediakan bahan, baik untuk keperluan membangun rumah maupun pertanian &
peternakan
8.
memberikan & mencarikan jodoh bagi yang belum berkeluarga
Terjadinya sikap persaudaraan &
kesatuan umat islam dapat memudahkan terjadinya transaksi ekonomi antara satu
dengan yang lainnya. 2 kelompok tersebut memiliki skill ekonomi berbeda. Kaum
muhajirin mekkah mempunyai keahlian di bidang perdagangan & peternakan,
sedangkan kaum ansor madinah mempunyai keahlian di bidang pertanian&
perkebunan. Sehingga rasulullah memadukan 2 potensi ekonmi tersebut untuk
membangkitkan ekonomi kaum muslimin pada waktu itu.
Tingkat persaudaraan dan persatuan umat islam antara golongan muhajirin dan
ansor telah terjalin sangat erat. Hati mereka terpaut menjadi satu oleh kaidah
& keimanan yang tak dapat di pisahkan oleh suatu apapun. Saling
“mencintai”, tolong- menolong & bantu- membantu dengan tulus & ikhlas.
Tali
persaudaraan mereka ini sudah terjalin sangat lama, seperti firman Allah s.w.t
:
tûïÏ%©!$#ur râä§qt7s? u‘#¤$!$# z`»yJƒM}$#ur `ÏB öʼnÏ=ö7s% tbq™7Ïtä† ô`tB ty_$yd öNÍköŽs9Î) Ÿwur tbr߉Ågs† ’Îû öNÏdÍ‘r߉߹ Zpy_%tn !$£JÏiB (#qè?ré& šcrãÏO÷sãƒur #’n?tã öNÍkŦàÿRr& öqs9ur tb%x. öNÍkÍ5 ×p|¹$|Áyz 4 `tBur s-qム£xä© ¾ÏmÅ¡øÿtR šÍ´¯»s9'ré'sù ãNèd šcqßsÎ=øÿßJø9$# ÇÒÈ
Artinya :
"dan orang-orang (Ansar) yang menempati (Madinah) dan telah
beriman sebelum kedatangan mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang yang
berhijrah kepada mereka. Dan mereka tiada menaruh keinginan dalam hati mereka
terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (Orang Muhajirin), dan mereka
mengutamakan (Orang Muhajirin) atas dirimereka sendiri, meskipun mereka juga memerlukannya
dan siapa yang dipelihara dirinya dari kekikiran mereka itulah orang-orang yang
beruntung. ;(Q.S Al-Hasyir, 59:9)
Rasulullah s.a.w menganjurkan kaum
muslimin tidak menjadi beban bagi yang lainnya. Kaum muhajirin yang terlalu
lama menggantungkan pemberian kaum ansor. Mereka mengambil sikap dengan
lapangan pekerjaan yang dipilihnya. Misal abdurrahman bin auf, usman bin affan
& suhaib bin sinan memilih menjadi saudagar di pasar, abu bakar sidiq, umar
bin kathab & sa’ad bin abi waqas memilih menjadi petani dan mu’adz bin
jabal sebagai warga asli madinah mengajari mereka cara bercocok tanam.
Rasulullah s.a.w memilih menjadi petani dengan membeli kebun milik para sahabat
ansor.
Ekonomi umat islam mulai bangkit dari berbagai sektor baik perdagangan,
pertanian & jasa. Melihat perkembangan islam yang pesat di madinah,
menimbulkan kaum kafir mekkah selalu melancarkan provokasi & hasutan,
berusaha menghancurkan agama islam dan nabi membawanya muhammad s.a.w.
Sejarah perjuangan rasulullah s.a.w & para sahabat di madinah tercatat
beberapa kali peperangan besar antara kaum muslimin dengan kaum kafir quraisy,
kaum yahudi madinah di antaranya adalah :
a) perang
badar ( 17 ramadhan 2h / 3 januari 623M )
b) perang
uhud ( pertengahan sya’ban 3h / januari 625 M )
c) perang
kandhaq ( syawal 5h / maret 627 M )
d) perang bani quraidzah
1. PERANG BADAR
Perang badar terjadi pada tanggal 17 ramadhan tahun ke-2 hijriyah / 3 januari
623 M. Bertempat di perigi bernama badar antara mekkah dan madinah. Oleh sebab
itu, peprangan tersebut di beri nama badar. Ketika kafilah perdagangan kaum
kafir quraisy yang di pimpin abu sofyan bin harb melintasi ujung batas negeri
madinah, rasulullah s.a.w menyiapkan pasukan islam sebanyak 313 orang untuk
mencegatnya. Bendera perang di serahkan kepada mushab bin umair. Abu sufyan
meminta bantuan abu jahal di mekkah dan di kirimlah kekuatan 1000 orang.
Setelah pasukan kafir quraisy telah menuju desa badar maka pasukan islam
menyongsongnya dan berkemah di dekat sumber air di desa badar.
Sebelum perang massal terjadi, terlebih
dahulu pasukan kafir Quraisy menantang perang tanding satu lawan satu. Dengan
semangat jiha yang tinggi, pasukan Islam segera meminta izin kepada Posulullah
SAW agar untuk menjawabnya tantangan pasukan kafir. Rosulullah mengizinkan dan
mengutus tiga orang perwiranya yang gagah perkasa, pemberani dan sangat kuat
imannya, yaitu Hamzah bin Abdul Mutalib, Ali bin Abi Talib dan Ubaid dan
Haritsah. Sedangkan dari pihak kafir Quraisy mengutus perwiranya, yaitu Utba
bin Rabia, Syaiba saudaranya Utba dan Walid Bin Utba (anaknya).
Perang tanding pun dimulai, hanya dalam
hitungan detik Hamzah bin abdul mutalib dapat menebas leher Syaiba hingga
tewas. Begitu juga Ali bin Abi Talib juga dapat membunuh Walid bin Utba dengan
sekejab, sedangkan Ubaid bin haritsah tampak saling melukai, namun menyaksikan
saudaranya terdesak, Hamzah bin Abdul Mutalib segera menebaskan pedangnya ke
leher Utba hingga tewas.
Menyaksikan perwiranya pilihannya
terbunuh, Abu Sufyan segera menyerukan komandonya untuk menyerang kaum
muslimin. Sedangkan dipihak muslim, Rosulullah SAW masih tampak khawatir
melihat pasukan musuh yang begitu besar jumlahnya. Namun Allah SWT tidak akan
membiarkan utusannya dalam kecemasan, maka segeralah diturunkan wahyu untuk
meyakinkan hati Nabi Muhammad SAW yaitu firman Allah SWT :
”wahai Nabi
(Muhammad), korbankanlah semangat para mukimin utnuk berperang. Jika ada 20
orang yang sabar diantara kamu, niscaya mereka dapat mengalahkan 200 oarang
musuh. Dan jika ada 200 orang (yang sabar) diantaramu, niscaya mereka dapat
mengalahkan 1000 orang kafir, karena orang-orang kafir itu kaum yang tidak
mengerti.”“(QS. Al-Anfal : 65)”
Setelah
mendapat wahyu tersebut, Nabi Muhammad SAW segeramengobarkan semangat jihad
kepada pasukan Islam yang telah siaga menerima perintah dari beliau. Tidak ada
sedikit pun perasaan takut dan bimbang dalam pasukan muslim, sebaliknya jiwa
mereka dipenuhi dengan semangat jihad membela agama Allah dan Rosul-nya. Nabi
segera memberikan komando perang dengan mengucapkan kalimat “Ahad, Ahad, Ahad.”
Mendengar komando Rouslullah SAW pasuka
Islam segera berhamburan kemedan perang dengan gagah perkasa. Puluhan musuh
terbubuh dengan sabetan pedang Hamzah bi Abdul Mutalib (Paman Nabi), puluhan
lainnya tewas di tangan Ali bin Abi Talib , pemuda muslim yang gagah dan
pemberani, ahli strategi perang tanding. Sa’ad bin Abi Waqas sahabat senior,
ahli pembidik panah m,endengar seruan Nabi ; “Bidikan anak panahmu hai Sa’ad,
ibu Bapakmu menjadi jaminan bagimu.” Sa’ad teringat do’a Nabi kepadanya pada
saat baru masuk Islam. “ Ya Allah, Tepatkanlah bidikan panahnya, dan
kabulkanlah do’anya.” Maka menggelerolah semangat juang Sa’ad seketika, hampir
tidak ada anak panah yang dilepasnya tanpa menewaskan musuh yang menjadi
sasarannya.
Nabi sendiri tidak hanya mengomando di belakang, beliau maju kedepan sambil
menaburkan debu ke arah musuh, seraya berkata:”Hitamlah wajahmu”, kemudian
memberi komando,”serbu...! pasukan islam terus berjuang dengan penuh semangat
untuk membela dan mempertahankan agam islam. Rasulullah SAW juga terus
menyemangati pasukannya dengan berulang-ulang membacakan ayat al-qur’an
berikut:
øŒÎ) ÓÇrqムy7•u‘ ’n<Î) Ïps3Í´¯»n=yJø9$# ’ÎoTr& öNä3yètB (#qçGÎm;sWsù šúïÏ%©!$# (#qãZtB#uä 4 ’Å+ø9é'y™ ’Îû É>qè=è% šúïÏ%©!$# (#rãxÿx. |=ôã”9$# (#qçÎŽôÑ$$sù s-öqsù É-$oYôãF{$# (#qçÎŽôÑ$#ur öNåk÷]ÏB ¨@à2 5b$uZt ÇÊËÈ
Artinya: “...kelak akan aku berikan rasa ketakutan ke
dalam hati orang-orang kafir, maka pukullah atas leher mereka dan pukullah
tiap-tiap ujung jari mereka.” (QS. Al-Anfal:12)
Mendengar seruan rasulullah SAW itu,
para sahabat berjuang dengan gigih dan pemberani, sehingga kemenangan dapat di
raih dan korban dari pihak muslim dapat di tekan. P[asukan kafir yang sudah
terdesak berlari kocar-kacir meninggalkan segala perbekalan yang dibawanya.
M,ereka menderita kekalahan yang cukup parah, dan jumlah korbannya yang
terbunuh cukup banyak, yakni 70 orang tewas termasuk Abu jahal dan 70 orang
lainnya tertawan oleh pasukan islam, belum lagi korban luka yang jumlahnya
ratusan. Sedangkan dari pihak muslim, 15 orang gugur sebagai syahid dan
beberapa orang luka.
Kemenangan perang badar itu,
sebagai bukti keteguhan dan kekuatan iman kaum muslimindalam memperjuangkan
agama Allah SWT yang pada gilirannya dapat mengharumkan nama umat islam dan
kebesaran agama islam.
2. PERANG UHUD
Perang uhud terjadi pada pertengahan bulan sya’ban tahun 3 hijriyah/bulan
januari 625 M bertempat di kaki bukit uhud yang terletak di sebelah utara kota
madinah.
Kekalahan perang badar, membuat pasukan
kafir quraisy dendam kesumat. Mereka menyiapkan 3000 orang pasukan. Abbas bin
abdul muthalib (paman nabi) yang waktu itu belum masuk islam khawatir akan
keselamtan keponakannya (nabi muhammad SAW), kemudian mengutus kurir
memberitahukan kepada nabi bahwa umat islam akan diserang.
Nabi muhammad SAW bermusyawarah dengan para sahabat dan memutuskan untuk
menghadapi pasukan kafir quraisy di luar kota madinah. Kaum muslimin dengan
kekuatan 1000 orang di berangkatkan menuju bukit uhud. Namun sekitar 300 orang
membelot menolak perang karena hasutan oleh seorang munafik abdullah bin ubay,
sehingga tinggal 700 orang yang maju perang. Rasulullah SAW mengatur strategi
dan taktik, dimana 50 orang ahli panah yang di pilih oleh abdullah ibu jarir di
tempatkan di atas bukit dan berpesan agarb tidak meninggalkan bukit dalam
kedaaan apapun sampai ada komando berikutnya. Pasukan berkuda di tempatkan di
bawah bukit dengan siaga penuh.
Seperti biasa, perang di mulai dengan duel satu lawan satu. Pihak musuh
menampilkan empat bersaudara, yaitu talhah bin abi talhah, usman bin abi
talhah, as’ad bin abi talhah, dan musami bin abi talhah. Sedangkan dari pihak
muslimin hanya menampilkan dua perwira perkasa, yaitu ali bin abi talib dan
hamzah bin abdul muthalib. Namun keempat musuh dari pihak kafir itu dapat di
tumpas dengan mudah. Talhah dan as’ad terbunuh oleh hamzah, sedangkan usman dan
musami tewas di tangan ali.
Perang massal pun segera berkobar, pasukan muslim berjuang dengan gagah berani,
banyak musuh yang terkapar oleh pedang kaum muslimin. Bahkan hanya dalam
hitungan jam, pasukan muslimin merasa telah mendapat kemenangan dan mereka
ingin segeramendapatkan harta rampasan yang ditinggalkan musuh, sehingga
merreka lupa akan pesan rasulullah SAW agar tidak meninggalkan posko sebelum
ada komando. Pasukan pemanah berhamburan turun kebawah turut mengumpulkan harta
rampasan, sedangkan pada saat yang bersamaan, pasukan pemanah kafir yang di
pimpin oleh khalid bin walid segera mengisi tempat yang ditinggalkan pasukan
muslimin.
Maka dalam waktu sekejap, pasukan kafir yang telah berada di posisi strategis
dapat menghancurkan kaum muslimin yang sedang berebut harta ghanimah. Pasukan
islam terjepit dan banyak syuhada yang berguguran.
Di tengah hiruk pikuk peperangan, terdengar suara bahwa rasulullah SAW terbunuh
yang dikumandangkan oleh pihak musuh, dengan maksud melemahkan mental pasukan
islam. Rasulullah SAW sendiri memang sedang turut berkecamuk di kancah
peperangan, beliau terdesak oleh musuh sehingga terjerembab ke dalam lubang.
Nmaun pasukan islam yang bertugas melindungi keselamatan jiwa nabi seperti ali
bin abi tholib. Abu dujanah, saad bin abi waqash dan umu umarah (pahlawan
wanita yang setia membela nabi) segera sigap menolong beliau. Rasul pun dapat
terselamatkan dan segera diserukan kepada kaum muslimin bahwa rasulullah SAW
masih hidup.
Perang terus berlangsung datanglah ubay bin khalaf sambil menghunus pedang
hendak mencoba membunuh rasulullah SAW namun beliau segera sigap mengambil
tindakan mempertahankan diri dengan menghujamkan pedangnya ke tubuh ubay bin
khalaf hingga tewas. Itulah kali pertama dan terakhir musuh tewas di tengah
beliau. Akibat perang yang tak terkendalikan, rasulullah SAW mendapat luka yang
cukup parah di kening dan anggota tubuh lainnya, gigi gerahamnya patah dan
banyak mengeluarkan darah.
Peperangan di menangkan oleh pasukan kafir quraisy, kaum muslimin
mangalami kekalahan yang cukup parah. Lebih dari 70 orang gugur sebagai syuhada
dan puluhan lainnya mengalami luka berat dan ringan. Sedangkan pasukan kafir
segera menarik diri dan beranjak menuju kampung halaman mereka di mekkah.
Setelah peperangan mereda, kaum muslimin segera mengumpulkan jenazah para
syuhada, satu persatu merreka di kenali identitasnya, kemudian di baringkan
secara rapi dan berjejer. Rasulullah SAW segera memeriksa jenazah para
sahabatnya yang gugur sebagai syuhada tersebut. Satu persatu di kenali wajahnya
dan semuanya dalam kondisi mengenasakan, mereka dianiaya setelah tak berdaya,
bahkan ada yang di rusak anggota tubuhnya setelah mereka mati. Hal itu terbukti
dari pemeriksaan rasulullah SAW, ternyata ada jenazah kaum muslimin yang telah
hilang telinganya, ada yang ususnya terburai, matanya di cukil dengan ujung
pedang dan kekejian –kekejian lainnya.
Lebih parah lagi ketika beliau menyaksikan jenazah pamannya, hamzah bin abi
mutholib jenazah paman tercinta rasul itu sangat mengenasakan, usunya terburai
jantung dan limpanya hilang di makan oleh hindun binti jahsyin istri abu
sufyan, telinganya hancur, dan matanya dicungki pedang. Rasulullah SAW menangis
meneteskan air mata, seraya bersabda:”seumur hidupku belum pernah bersedih dan
semarah ini. Demi sekiranya nanti Allah memberi kemenangan kepaada kita, mereka
akan kuperlakukan menurut cara yang belum pernah di perbuat oleh bangsa arab”.
Kesedihan rasulullah SAW terhadap meninggalnya hamzah bin abdul muthalib adalah
wajar,mengingat betapa besar keimanan dan kesetiaan hamzah membela agam Allah
dan melindungi beliau. Semasa hidupnya, hamzah di kenal sebagai seorang yang
gagah dan pemberani dalam membela kebenaran, sehingga rasulullah amat terkesan
atas jasa baiknya. Kini orang yang di berinya julukan : singa Allah dan
rasul-Nya, singa padang pasir, pembela kaumnya dan pedang agamanya itu telah
tiada dan gugur dan sebagai syahid.
Bagi rasulullah SAW hamzah adalah orang yang paling di hormatidan di cintainya.
Sehingga kepergiannya ke alam baka sangat memukau jiwa beliau, jika tidak ada
keimanan yang mendalam di lubuk hatinya, niscaya beliau tidak terima paman
kesayangannya itu di bunuh secara sadis dan tidak berperikemanusiaan. Dalam
hati beliau ingin rasanya membalaskan dendam terhadap orang-orang kafir biadab
itu. Namun Allah SWT Maha Pengasih dan Penyayang terhadap hamba-Nya, segeralah
turun wahyu surat An-Nahl: 126-127 berikut:
Artinya:
“Dan jika kamu membalas, maka balaslah dengan (balasan) yang
sama dengan siksaan yang di timpakan kepadamu. Tapi jika kamu bersabar,
sesungguhnya itulah yang terbaik bagi orangyang sabar. Dan sabarlah (muhammad)
dan kesabaranmu itu semata –mata dengan pertolongan allah, dan janganlah engkau
bersedih hati terhadap kekafiran mereka dan jangan pula bersempit dada terhadap
tipu daya yang mereka rencanakan.” (QS. An-Nahl: 126-127)
Setelah menerima wahyu tersebut, semangat rasulullah SAW kembali bangkit dan
keesokan harinya segera menyiapkan satu pasuakan yang langsung di bawah komando
beliau. Rasulullah SAW dan kaum muslimin segera bangkit mengejar pasukan kafir
yang di perkirakan masih ada di tengah perjalanan. Memang demikian adanya.
Pasukan kafir mendapat laporan bahwa pasukan islam di bawah komando muhammad
tengah mengadakan pengejaran. Abu sufyan merasa was-was dan ketakutan.
Menhadapi pasukan muhammad takut kalah, langsung pulang ke mekkah takut di
perolok dan di lecehkan kaumnya. Akhirnya abu sufyan sebagai pemimpin kafir
membuat siasat tipu muslihat. Pasukan islam di suruhnya menunggu di suatu
tempat karena akan di serang oleh pasukan kafir, maka berhentilah pasukan
muslimin menunggu serangan, sedangkan pasukan kafir tetpa meneruskan perjalanan
pulang ke mekkah. Dengan demikian berakhirlah perang uhud dengan kemenangan
pihak kafir.
3.PERANG KHANDAK
Perang khandak terjadi pada bulan syawal tahun ke-5 hijriyah/maret 627 M
bertempat di sebelah utara kota madinah. Sebab rasa dendam kaum yahudi dari
suku bani nadzir yang terusir oleh pasukan islam dari madinah tidak pernah
padam, mereka berusaha menghasut kafir quraisy mekkah agar mau bersekutu dengan
mereka untuk memerangi umat islam di madinah.
Abu sufyan menyiapkan pasukan sebanyak 10.000 orang, yang merupakan gabungan
beberapa suku, antara lain suku quraisy dan para sekutunya. Karena pasukan
gabungan antara suku-suku yang memusuhi islam, maka perang khandak juga di
sebut dengan perang ahzab.
Sanak family rasulullah SAW yang masih tinggal di mekkah segera melaporkan
kesiapan pasukan kafir tersebut kepada beliau, maka musyawarah pun di gelar
dengan para sahabat muhajirin dan ansar. Masing-masing sahabat mengajukan usul
yang brilian tentang teknik dan strategi perang kali ini, namun banyak di
setujui forum adalah pendapatnya salman al farisi, yaitu dengan cara bertahan
di dalam kota, namun hendaknya di dalam kota di pagari dengan parit-parit yang
lebar dan dalam. Oleh sebab itu perang ini di namai perang khandak.
Selesai musyawarah, rasulullah segera memimpin penggalian, beliau yang pertama
kali menggali dan memecahkan batu untuk di angkat ke permukaan. Para sahabat
segera mengikuti jejak beliau dengan penuh semangat. Kaum muslimin pada waktu
itu sedang di timpa kesukaran di bidang ekonomi akibat perang yang
berkepanjangan, para petani belum sempat bertani, para pedagang tidak sempat
berjualan, para peternak juga kehabisan modal untuk membeli ternak baru, sebab
ternak mereka habis di gunakan untuk keperluan jihad. Namun rasulullah SAW
adalah seorang pemimpin yang luar biasa, beliau tahu kalau umatnya kelaparan
dan kekurangan pangan, maka setiap seruan tidak hanya perintah tapi juga turut
mengerjakan perbuatan tersebut. Begitu pula dalam pembuatan parit di perbatasan
kota madinah.
Akhirnya tidak lebih dari satu minggu, terbujurlah parit dari arah barat ke
timur di kawasa kota madinah, sedangkan arah lain terdapat perkampungan
penduduk dan kebun-kebun kurma, sehingga kota madinah seolah-olah telah
di bentengi. Pasukan islam telah di siagakan di kawasan barat dan timur kota
madinah. Zaid bin haritsah membawa bendera muhajirin dan sa’ad bin ubadah
membawa bendera ansar.
Pasukan kafir telah sampai di lereng bukit uhud, mereka mengira bahwa pasukan
islam akan menghadang mereka di tempat itu lagi, sebagaimana pada waktu perang
uhud. Namun setelah lama dan bosan menunggu, akhirnya mereka bergerak menuju
madinah.
Sesampainya di gerbang kota madinah, mereka tercengang dengan taktik perang
yang dilakukan kaum muslimin. Kota madinah telah di kelilingi oleh parit yang
dalam dan lebar, lebar parit sepanjang empat meter dan dalamnya enam meter,
sehingga menyulitkan mereka memasuki kota madinah. Untuk menunggu serangan dari
pasukan islam, mereka mendirikan kemah di sekitar parit.
Beberapa perwira kafir quraisy mencoba menerobos parit, namun ali bin abi tolib
dengan sigap membantai mereka hingga tewas sebagian lari menyelamatkan diri.
Perang tidak terjadi secara masal, melainkan hanya sekedar saling melempar
panah dan tombak.
Pasa saat-saat mencekam dan genting seperti itu, kaum yahudi dari bani
quraidzah sengaja mengambil kesempatan dengan melanggar perjanjian, mereka
bersekutu dengan kafir quraisy untuk membasmi kaum muslimin. Untung salah
seorang tokoh Yahudi bernama Nu’aim bin Mas’ud telah masuk Islam secara
sembunyi-sembunyi, sehingga tidak diketahui oleh kaumnya. Nu’aim segra menghada
Rosulullah mengizinkannya dan ia pun segera melaksanakn tugasnya itu.
Mula-mula Nu’aim bin Mas’ud menghadap kepala suku Bani Quraidzah dengan segala
taktiknya, kemudian menghadap pembesar kafir Quraisy dan menyampaikan pendapat
kepala suku Bani Quraidzah. Maka dengan bangga Abu Sufyan segera merencanakan penyerangan
kota Madinah secara serentak pada hari sabtu, namun Bani Quraidzah menolak
dengan alasan hari sabtu bagi mereka adalah hari terlarang utnk perang. Abu
Sufyan mengancam akan menyerang balik Bani Quraidzah jika tidak mau bersekutu,
namun kepala suku Bani Quraidzah tetap pada pendiriannya. Penyerangan atas kota
Madinah pada waktu itu sangat dingin dan tidak bersahabat. Selama menunggu di
sebrang parit, banyak pasukan nkafir yang mati dan terkena penyakit
malaria, sampai tiba “Waktunya Allah menurunkan Azab bagi mereka”.
Angin berhembus kencang berupa angin puting beliung yang cukup besar, sehingga
memporak porandakan perkemahan mereka, suasana terasa mencekam dan mengerikan,
sampai akhirnya Abu Sufyan memutuskan untuk kembali pulang ke Mekah utnuk
menyelamatkan diri sambil berkata “ini kutukan Muhammad”.
Dengan pulang kampungnya pasukan kafir Quraisy, berarti perang Khandak telah
selesai. Nabi dan para sahabat merasa dapat mengahdang musuh tanpa harus
berpwerang, kesuksesan perang Khandak dilukiskan dalam Al-Quran sebagai berikut
:
Artinya :
“Wahai orang-orang yang
beriman! Ingatlah akan nikmat Allah yang telah dikaruniakan kepadamu, ketika
bala tentara yang tidak pernah terlihat olehmu”. (Q.S Al Ahzab:9)
4. PERANG BANI QURAIDZAH
Seperti tak pernah mengenal lelah, nabi dan para sahabat segera mengambil
langkah-langkah penting untuk menegakkan agama Allah. Musuh yang jauh telah
diruntuhkan, sedangkan musuh yang dekat lebih gawat dan berbahaya. Maka setelah
perang Khandak usai, Nabi dan para sahabat segera melakukan perhitungan
terhadap kaum Yahudi Bani Quraidzah yang melanggar perjanjian dengan kaum
Muslimin.
Nabi dan pasukan Muslim segera berangkat menuju perkampungan Bani Quraidzah,
untuk mengepung kampung Yahudi tersebut sebagai balasan atas pelanggaran yang
dilaksanakannya. Ali bin Abi talib diperintahkan untuk berangkat lebih dulu
melakukan pengintaian. Sesampainya di kampung, Ali melihat tokoh penghasut dan
penghianat yahudi bernama Huyal bin Akhtab sedang berbincang dengan tokoh
lainnya. Merasa diperhatikan oleh Ali, mereka mengeraskan suaranyayang intinya
menjelek-jelekan Nabi Muhammad SAW. Ali merasa geram dan datang ke kampung
tersebut. Maka kampung Yahudi Quraidzah dikepung . selam bebrapa hari mereka
tidak bisa kontak dengan masyarakat luar, dan suasana kehidupan mereka menjadi
gawat. Akhirnya mereka melakukan negoisasi dengan pasukan Islam. Berbagai
usulkan mereka ditolak Nabi, kecuali usulan yang terakhir, yaitu mengangkat
hakim dari suku Aus yang dipilih oleh mereka sendiri.
Maka disetujuilah Sa’ad Mu’adz seorang pemuka Aus yang
dulu pernah diutus oleh nabi agar dinasehati kaum Yahudi Bani Quraidzah untuk
tidak melanggar perjanjian dan mereka menolak dan mereka bahkan menjelek-jelkan
Nabi dengan perkataan yang kotor dan nista. Kini Sa’ad itu pulalah yang mereka
tunjuk sebagai pengambil keputusan terhadap mereka.
Mula-mula sa’ad meminta semua pihak dapat mentaati
keputusannya, semua pasukan menyetujui dan menyatakan siap. Sa’ad mulai mengambil
langkah-langkah, yaitu :
Pertama : semua pasukan Yahudi berkumpul
ditengah kedua pasukan yang berhadapan dan meletakkan senjata. Pasukan Yahudi
pun segera mentaati putusan Sa’ad, mereka berbondong-bondong menuju tengah
lapangan dab meletakkan senjatanya. Setelah semua senjata terkumpul, Sa’ad
mengeluarkan putusan berikutnya.
Kedua : semua pasukan laki-laki dewasa
dihukum bunuh sedangkan perempuan dan anak-anak menjadi tawanan.
Meskipun keputusan Sa’ad terasa pahit
oleh kaum Yahudi, namun mereka menyadari betapa besar kesalahan yang telah
mereka lakukan terhadap Nabi dan Umat Islam. Sehingga mereka rela menjalani
hukuman tanpa perlawanan.
Sedangkan Rosulullah SAW sendiri merasa
bangga dengan keputusan Sa’ad, seraya beliau berkata “ Demi yang menguasai diriku,
Allah dan orang-orang yang beriman menerima keputusan itu pula aku
perintahkan”.
Demikian sejarah perjuangan Nabi
Muhammad SAW dan para sahabatnya dalam rangka menegakkan Agama Islam,
kebenaran, keadilan dan keimanan. Mereka tidak merasa gentar menghadapi musuh
sekuat apapun, karena didalam hati mereka terdapat keimanan dan keyakinan yang
kuat terhadap Allah SWT. Demi tegaknya Agama Islam, mereka rela berkorban
pikiran, tenaga, harta benda bahkan jiwa dan raga.
B. PROFIL DAKWAH ROSULULLAH SAW DI MADINAH.
Setelah hijrah ke Madinah, Rosulullah
SAW segera mengubah arah dan strategi dakwahnya. Sebab profil masyarakat
Madinah dan sekitarnya berbeda dengan masyarakat Mekah yang dihadapi
sebelumnya. Perubahan arah dan strategi dakwah beliau tersebut, menjadi profil
tersendiri bagi perjalanan dakwahnya di Madinah.
Selam lebih kurang 10 th, Rosulullah
SAW berdakwah di Madinah dan berjalan dengan sukses, sehingga Agam Islam dapat
kita terima seperti sekarang ini. Kesuksesan beliau itu dapat kiat kenali dari
profil dakwah yang dibawakannya selama di Madinah, yaitu antara lain :
- menjadikan setiap kaum muslim bersaudara sesama
muslim, tanp[a membedakan asal suku, bangsa, bahasa, budaya maupun
lainnya. Seperti hal nya yang dilakukan beliau terhadap kaum Muhajirin dan
kaum Ansar.
- bersikap tegas terhadap musuh dan berkasih sayang
kepada sesamanya.
- bersikap toleran terhadap kaum Kafir yang tidak
mengganggu dan mengancam keselamatn kaum muslimin, seperti halnya yang
dilakukan beliau terhadap pemeluk agama Yahudi di Madinah.
- menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan untuk
keutuhan bangsa dan negara.Hal itu dilakukan beliau dengan membuat piagam
Madinah yang isinya adalah peraturan perundang-undangan ketertiban warga
Madinah.
- bersikap adil dan bijaksana klepada semua orang, baik
kawan maupun lawan, sehingga pribadinya disegani dan dihormati oleh semua
orang.
C.SUBSTANSI DAN STRATEGI DAKWAH ROSULULLAH SAW DI MADINAH.
Di atas di kemukakan bahwa setibanya di
Madinah, Rosulullah SAW segera mengambil langkah-langkah strategis untuk
melakukan dakwah Islam di wilayah itu. Langkah-langkah strategis beliau ntara
lain :
- membenahi persatuan umat Islam
- membenahi bidang politik dan pemerintahan
- membenahi persatuan bangsa Madinah
- membenahi sosial ekonomi umat Islam
Langkah-langkah itu menghantarkan
dakwah Islam menjadi sukses, sehingga agama Islam sampai kepada kita, meskipun
melalui proses waktu yang sangat lama. Kegigihan dan kejeniusan Roulullah SAW
dan para sahabtnya sangat mendukung bagi9 keberhasilan dakwah Islam pada waktu
itu. Betapa mereka harus berjuang secara total dengan segala harta dan jiwa
raga, namun mereka tetap tabah dan tidak pernah menyerah. Sampai akhirnya agama
Islam mendapat tempat di kalangan masyarakat luas, bahkan dapat melintasi
berbagai benua.
Strategi dakwah Rosulullah SAW di
Madinah mengacu pada satu fokus, yaitu menyebarluaskan syi’ar agama Islam ke
berbagai penjuru dunia. Maka dakwah diarahkan kepada perluasan wilayah untuk
penyebaran gama Islam. Sesungguhnya, kaum muslimin pada waktu itu, bukanlah
prajurit perang, melainkan para mubaligh dan da’i yang di periuntah Allah dan
Rosul-Nya untuk menyebarkan agama Islam di muka Bumi. Hanya saja, tidak sedikit
diantara manusia yang menentang dan melawan seruan dakwah mereka. Sehingga
mereka harus mempertahankan diri dan sekaligus memberikan pelajaran atas
kesombongan dan kedzaliman yang mereka lakukan di muka bumi.
Dengan demikian, substansi dakwah
rosulullah SAW selama periode Madinah adalah perluasan wilayah dakwah, bukan
wilayah kekuasaan. Sebab Rosulullah SAW tidak diutus untuk menjadi penguasa
atau raja, melainkan sebagai Nabi dan Rosul-Nya.
D. MENELADANI STRATEGI DAKWAH ROSULULLAH SAW DI MADINAH
Setelah kamu memahami strategi dakwah
Rosulullah SAW periode madinah, hendaknya dapat meneladani dan menerapkannya
dalam kehidupan sehari-hari :
- Jadikan Rosulullah SAW sebagai idola dalam kehidupan
kamu.
- Baca dan pahami sejarah dakwah Rosulullah SAW sejak
mulai di utus sampai khir hayatnya
- tanmkan keyakinan dalam hati bahwa meneladani akhlak
dan strategi dakwah Rosulullah SAW adalah ibadah, sebab secara keseluruhan
akhlak beliau adalah mulia.
- tanamkan keyakinan bahwa setiap muslim memiliki
kewajiban untuk berdakwah, yaitu mengajak kepada bkebaikan dan
meninggalkan keburukan.
- mulailah meneladani strategi dakwah Rosulullah SAW
sekarang juga.
BAB III
PENUTUP
III.1. Kesimpulan
Peristiwa
hijrah rasulullah merupakan salah satu bagian dari rentetan sejarah dakwah
rasul saw. Sejak rasulullah diangkat menjadi Nabi dan rasul pada usia yang
ke-40 tahun nabi melakukan dakwah islam ke berbagai kalangan. Halangan dan
rintanganpun datang silih berganti, termasuk kesedihan dan kegembiraan yang
silih berganti.
Sepeninggal istri dan pamannya ditahun ‘amul huzn, rasulullah merasa sangat sedih karena kehilangan orang yg sangat dicintainya dan merupakan orang penting dalam perjuangan beliau.
Sepeninggal istri dan pamannya ditahun ‘amul huzn, rasulullah merasa sangat sedih karena kehilangan orang yg sangat dicintainya dan merupakan orang penting dalam perjuangan beliau.
Pucuk pimpinan bani hasym dipegang oleh
abu lahab, perubahan ini membuat pengaruh yg sangat besar terhadap kelangsungan
dakwah rasulullah saw. Karena kaum quraisy memanfaatkan keadaan ini dalam
rangka memusuhi Nabi Saw, karena sebelum dipegang oleh abu lahab kepemimpinan
Bani Hasym dipegang oleh Abu Thalib yang sangat membantu perjuangan Nabi Saw
sedangkan Abu Lahab sangat memusuhi Nabi Saw.
Nabi Saw selalu diganggu oleh kaum quraisy, bahkan selalu diteror, dan selalu direncanakan atas pembunuhan Nabi Saw.Nabi Saw pun mencari perlindungan ke Thaif, akan tetapi di tolak oleh kaum thoif, dan Nabipun mendapat perlindungan dari Muth’im. Sehingga Nabi saw dapat melanjutkan dakwahnya ke suku lain seperti : Badui, Aus, Khazraj dan Madinah.
Saking banyaknya gangguan dan ancaman dari kafir Mekkah, maka nabipun berencana Hijrah ke Madinah dan pada suatu malam dengan di barengi Abu Bakar Nabi berangkat ke Medinah dengan terlebih dahulu tinggal di Gua Tsur. Dan para sahabatpun mengikutinya setelah beliau berangkat.
Nabi Saw selalu diganggu oleh kaum quraisy, bahkan selalu diteror, dan selalu direncanakan atas pembunuhan Nabi Saw.Nabi Saw pun mencari perlindungan ke Thaif, akan tetapi di tolak oleh kaum thoif, dan Nabipun mendapat perlindungan dari Muth’im. Sehingga Nabi saw dapat melanjutkan dakwahnya ke suku lain seperti : Badui, Aus, Khazraj dan Madinah.
Saking banyaknya gangguan dan ancaman dari kafir Mekkah, maka nabipun berencana Hijrah ke Madinah dan pada suatu malam dengan di barengi Abu Bakar Nabi berangkat ke Medinah dengan terlebih dahulu tinggal di Gua Tsur. Dan para sahabatpun mengikutinya setelah beliau berangkat.
Setelah rasulullah tiba di madinah di
sambut para sahabat, baik dari golongan ansor yang merindukan seorang pemimpin
yang jujur dan adil, maupun dari golongan muhajirin yang terlebih dahulu hijrah
ke tempat itu atas izin rasulullah s.a.w sendiri.
Rasulullah s.a.w menata persatuan umat
islam dengan mempersaudarakan dan mempersatukan setiap orang dari
golongan muhajirin menjadi saudaranya setiap orang dari golongan ansor. Seperti
abu bakar sidiq dari kaum muhajirin di persaudarakan dengan khadijah bin zuhair
dari kaum ansor, ja’far bin abi talib di persaudarakan dengan mu’adz bin jabal,
umar bin khatab dengan itban bin malik al khazraj dan abdurrahman bin auf
dengan sa’ad bin ar-robbi.
Terjalinnya persatuan dan persauadaraan
yang kuat di kalangan muslimin, rasulullah s.a.w mengambil langkah-langkah
berikutnya, seperti penataan bidang pemerintahan dan perekonomian masyarakat.
Umat islam di anjurkan agar bekerja keras dan mencari nafkah. Kaum ansor
penduduk asli madinah peduli dan perhatian terhadap kaum muhajirin. Terlihat
ketika kaum ansor menyediakan keperluan hidup kaum muhajirin. Seperti :
1. tempat
tinggal / rumah untuk berteduh
2.
keperluan sandang & pangan sehari-hari
3.
lapangan pekerjaan untuk mencari nafkah
4.
mencarikan & meminjamkan modal usaha bagi para wiraswasta
5.
membagi tanah & ladang untuk keperluan membangun rumah / bercocok tanam
6.
memberikan pelatihan cara-cara bercocok tanam
7. membantu
menyediakan bahan, baik untuk keperluan membangun rumah maupun pertanian &
peternakan
8.
memberikan & mencarikan jodoh bagi yang belum berkeluarga
Terjadinya sikap persaudaraan &
kesatuan umat islam dapat memudahkan terjadinya transaksi ekonomi antara satu
dengan yang lainnya. 2 kelompok tersebut memiliki skill ekonomi berbeda. Kaum
muhajirin mekkah mempunyai keahlian di bidang perdagangan & peternakan,
sedangkan kaum ansor madinah mempunyai keahlian di bidang pertanian&
perkebunan. Sehingga rasulullah memadukan 2 potensi ekonmi tersebut untuk
membangkitkan ekonomi kaum muslimin pada waktu itu.
Tingkat persaudaraan dan persatuan umat islam antara golongan muhajirin dan
ansor telah terjalin sangat erat. Hati mereka terpaut menjadi satu oleh kaidah
& keimanan yang tak dapat di pisahkan oleh suatu apapun. Saling
“mencintai”, tolong- menolong & bantu- membantu dengan tulus & ikhlas.
Sejarah perjuangan rasulullah s.a.w &
para sahabat di madinah tercatat beberapa kali peperangan besar antara kaum
muslimin dengan kaum kafir quraisy, kaum yahudi madinah di antaranya adalah :
a)
perang badar ( 17 ramadhan 2h / 3
januari 623M
Makalah
Di
susun untuk memenuhi salah satu tugas PAI

Di susun oleh:
Meli amelia
Siti mutiara
Sri mulayani
Pipin alpin
Iis solihah
Femi nuruss. S
SMK
Kes. Bhakti Kencana Limbngan
No comments:
Post a Comment