Wednesday, 21 September 2016

Cara Pemberian Obat Intravena


Cara Pemberian Obat Intravena
    Keuntungan
    Cepat mencapai konsentrasi
    Dosis tepat Mudah mentitrasi dosis
    Kerugian
    Konsentrasi awal tinggi, toksik Invasiv, risiko infeksi dan Memerlukan tenaga ahli
    Cara Pemberian Obat Intravena Memerlukan persiapan karena : . Daya larut obat yang jelek (solubility), memerlukan zat pelarut, sehingga kecepatan pemberian
berhubungan dengan toksisiti (rate-ralated-toxicity) Contoh : Pemberian diazepam IV cepat, dapat menyebabkan : hipotensi, aritmia… sehingga pemberian iv diazepam jangan melebihi : 1 cc /menit Bioavabilitas : umumnya 100%, kecuali obat-prodrug.
r Cara Pemberian Obat Intravemuskuler
    Keuntungan
    Tidak diperlukan keahlian khusus
    Dapat dipakai untuk pemberian obat larut dalam minyak
    Absorbsi cepat obat larut dalam air
    Kerugian
    Rasa sakit
    Tidak dapat dipakai pada gangguan bekuan darah
    Bioavibilitas berfariasi.
    Obat dapat menggumpal pada lokasi penyuntikan.

 r Cara Pemberian Obat Subkutan
    Keuntungan
    Diperlukan latihan sederhana
    Absorbsi cepat obat larut dalam air
    Mencegah kerusakan sekitar saluran cerna
    Kerugian
    Rasa sakit dan kerusakan kulit
    Tidak dapat dipakai jika volume obat besar
    Bioavibilitas berfariasi, sesuai lokasi

 r Cara Pemberian Obat Oral
    Keuntungan
    Tidak diperlukan latihan khusus
    Nyaman (penyimpanan,muda dibawa) Non-invasiv,
    lebih aman Ekonomis.
    Kerugian
     “drug delivery” tidak pasti
    Sangat tergantung “kepatuhan pasien”
    Tingginya Interaksi : obat + obat, obat-makanan
    Banyak obat rusak dalam saluran cerna.
    Exposes drugs to first pass effect

 r Cara Pemberian Obat Sublingual/Buccal
    Keuntungan
    Onset cepat Mencegah “first –pass effect
    Tidak diperlukan kemampuan menelan.
       Kerugian
    Absorbsi tidak adekuat
    Kepatuhan pasien kurang
    Membutuhkan kontrol, untuk mencegah pasien menelan

 r Cara Pemberian Obat Rektal
 Keuntungan
    Dpat dipakai jika pasien tidak bisa per-oral
    Dapat mencegah “first –pass –metabolism
    Pilihan terbaik pada anak-anak
 Kerugian
    Absorbsi tidak adekuat
    Banyak pasien tidak nyaman / risih per-rektal
 r Cara Pemberian Obat Paru-paru (pulmonary)
    Keuntungan
    Dosis dapat diatur (titrasi)
    Onset cepat Untuk Efek lokal : Mamfaat maksimal, efek samping minimal
    Kerugian
    Koordinasi harus baik Pasien Penyakit paru,
    daya hisap tidak adekuat
    Variability in Delivery Efek : Lokal Efek : Sistemik

i Faktor yang mempengaruhi Penimbunan Partikel di Paru :
1.   Formulasi obat
2.   Bentuk Fisik dan kimia obat
3.   Teknik pemberian (kedalaman Inspirasi –lama tahan napas sebelum ekspirasi (koordinasi)
4.   Penyakit paru

 r Cara Pemberian Obat Topikal ( Perkutan )
    Keuntungan
    Untuk edfek lokal : efek samping sistemik minimal, Mencegah first-pass effect
    Untuk Efek sistemik, menyerupai IV infus (zero-order).
    Kerugian
    Secara kosmetik kurang menarik
    Absorbsi tidak menentu

i Cara Pemberian Obat Topikal .( Perkutan ) Faktor Yang mempengaruhi Absorbsi Perkutan Lokasi penempatan Kondisi kulit Hidrasi kulit Temperatur Media yang dipakai (vehicle).

 r Cara Pemberian Obat Topikal .( Nasal)
    Keuntungan
    Untuk efek lokal : efek samping sistemik minimal Mencegah first-pass effect
    Untuk Efek sistemik, menyerupai IV infus (zero-order).
    Kerugian
    Secara kosmetik kurang menarik
    Absorbsi tidak menentu

i Cara Pemberian Obat Topikal .( Nasal) Faktor yang mempengaruhi Absorbsi Mukosa Nasa pH Konsentrasi Berat molekul Formulasi Kondisi mukosa nasal


No comments:

Post a Comment